Jumat, 24 Februari 2012

Facebook Berburu Bakat Sampai ke Negeri China Santi Dwi Jayanti

Mark Zuckerberg (Ist.)
Beijing, China - Universitas di China dilirik Facebook untuk mendapatkan talenta-talenta terpendam. Misi Facebook adalah, membentuk tim di Amerika yang multi culture.

Situs jejaring rakasasa itu mengincar lulusan universitas terpilih yang namanya sudah tersohor, demikian dikutip detikINET dari theNextWeb, Jumat (24/2/2012). Beberapa kampus yang dimaksud adalah Nanjing University, Shanghai Jiaotong University, Zhejiang University dan Fudan University.

Facebook dilaporkan 'memburu' bakat teknisi di China sebagai bagian dari perekrutan global yang ia lakukan. Sebanyak 900 teknisi software full-time tengah dikumpulkan Facebook dari seluruh penjuru dunia. Nantinya, mereka akan ditempatkan di California atau Seattle.

Untuk posisi yang ditawarkan, Facebook akan memberikan gaji hingga USD 200.000 per tahun. Gaji ini diklaim 10 kali lipat lebih besar dari bayaran di perusahaan IT di China.

Analis dari Analysus Internasional, Dong Xu mengatakan bahwa Facebook mencari bakat di China karena memperhitungkan negara tersebut sebagai market berpotensi besar. Seperti diketahui, akses Facebook di China mengalami pemblokiran akibat ketatnya peraturan berinternet di sana

BlackBerry Store Terbesar di Asia Hadir di Jakarta jeruknipis

BlackBerry Store Terbesar di Asia Hadir di Jakarta
jeruknipis - detikinet


BlackBerry Store (jeruknipis)
Jakarta - Meski diserbu oleh beragam ponsel, mulai dari Android hingga iPhone, pesona BlackBerry di Indonesia harus diakui masih belum pudar. Terlebih, saat ini Jakarta dijadikan markas BlackBerry Store terbesar untuk kawasan Asia.

BlackBerry Store yang berlokasi di mal Gandaria City ini merupakan hasil kolaborasi PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Erafone Artha Retailindo (Erafone) serta produsen BlackBerry sendiri, Research In Motion (RIM).

Tempat ini diharapkan dapat memberi pengalaman terbaik kepada konsumen. Tidak hanya untuk jualan produk, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi (calon) pengguna untuk memaksimalkan produk dan layanan ponsel yang identik dengan fitur BlackBerry Messenger tersebut.

Di outlet seluas 149 meter persegi itu pengguna bisa menemui live demo unit, jajaran aksesoris, front liner terlatih, serta BlackBerry Expert Center (BEC) sebagai layanan purna jual.

Hasan Aula, Presiden Direktur TAM mengatakan bahwa pihaknya berharap konsumen bisa memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan di BlackBerry store Gandaria City.

"Mereka bisa melakukan explorasi atas semua produk BlackBerry serta berbagai layanan dan aplikasi melalui lebih dari 90 live demo unit yang tersedia di outlet ini. Kami juga menghadirkan BlackBerry Expert Center yang akan membantu mengatasi masalah purna jual produk BlackBerry," tukasnya.

Eka Anwar, Marketing Director RIM Indonesia menambahkan, dengan dibukanya BlackBerry Store terbesar di Asia ini, RIM menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik dan penjualan untuk BlackBerry dengan garansi resmi di Indonesia.

BlackBerry Store Gandaria City secara resmi akan dibuka untuk umum pada 25 Februari 2012. Selama masa grand opening yang berlangsung 2 hari (25-26 Februari 2012), tersedia berbagai penawaran menarik untuk pembelian BlackBerry smartphone atau BlackBerry PlayBook, meliputi:

-. Voucher diskon senilai Rp 1.000.000,- yang bisa digunakan untuk pembelian kedua produk BlackBerry smartphone atau PlayBook (untuk 200 pembeli pertama/hari dan hanya berlaku pada hari yang sama).
-. Mengikuti program lucky dip berhadiah sepeda lipat dan ratusan merchandize eksklusif dan konsumen berkesempatan memenangkan hadiah utama berupa sepeda motor (1 unit sepeda motor/hari)
-. Promo diskon 50% untuk semua aksesoris BlackBerry.

Operasional BlackBerry Store Gandaria City ini sendiri dikelola oleh PT Erafone Artha Retailindo. Saat ini Erafone Artha Retailindo mengelola dan mengoperasikan lebih dari 300 outlet Erafone di seluruh Indonesia.

Jumat, 25 November 2011

Sabtu, 26/11/2011 05:42 WIB Korban Antrean Blackberry 'Murah' Dampak Imaji Kepuasan Anes Saputra - detikNews

Jakarta - Banyaknya korban pada antrean Blackberry 'murah' di Pacific Place, Jakarta Pusat, dinilai sebagai akibat dari masyarakat yang mengejar kepuasan. Blackberry yang dikejar ribuan orang itu dianggap tidak untuk memenuhi kebutuhan.

"Itu manipulasi imaji dan itu kehebatan iklan. Aku yakin ini bukan kebutuhan tapi kepuasan," ujar sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo, kepada detikcom, Jumat (25/11/11) malam.

Imam menjelaskan imajinasi masyarakat dimainkan untuk mendapatkan kepuasan. Imaji itu merupakan rasa untung dengan mendapatkan sesuatu dengan harga yang murah.

"Jadi, bukan permasalahan gengsi, tetapi rasa untung," tandas Imam.

Sebelumnya diberitakan ribuan orang rela mengantre dari pagi untuk membeli BlackBerry tipe Belagio 9790 dengan harga 'murah'. Kendati pun ratusan Polisi berseragam dan keamanan berjaga serta lima ambulans disiagakan, event promo itu tetap menelan korban di antaranya 3 orang patah tulang dan 90 orang sempat dirawat di ruang medis.

(anw/anw)

Minggu, 06 November 2011

Balita Ini 2 Hari Bersama Mayat Ibunya ( Sedih ! )

Seorang balita perempuan berusia tiga tahun tinggal selama dua hari setelah ditinggal mati mendadak oleh ibunyadi rumah mereka di Selandia Baru. Ia mencari kenyamanan dari mainan kesukaannya dan melahap keju, lasagna sisa, dan susu.

Shylah Silbery, nama balita ini, mencari sendiri makanan di dalam kulkas dengan hanya ditemani boneka beruang Teddy Bear yang dinamainya 'Possum' setelah ibunya, Lauren Silbery yang berusia 28 tahun, meninggal dunia.

Komunikasi terakhir keluarga dengan Lauren Silbary terjadi pada 19 Oktober. Dua hari kemudian, karena tiada berkabar, keluarga mencemaskan keadaan Silbery dan anaknya. Mereka pun menghubungi tetangga Lauren untuk mencari tahu. Tetangga yang memeriksa keadaan rumah, hanya bisa melihat Shylah kecil tanpa terlihat keberadaan Lauren.

Polisi yang datang belakang membujuk Shylah untuk menyeret meja kopi ke depan pintu agar dirinya bisa meraih kunci dan membuka kunci pintu. Kepada polisi, Shylah hanya berkata, "Mama tidak mau bangun."

Polisi kemudian segera membawa Shylah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan selama beberapa hari. Sekalipun menderita dehidrasi dan popok bayi yang lama tidak diganti, keadaan Sylah dilaporkan tidak mengkhawatirkan.

Ayu ting ting