Jakarta - Banyaknya korban pada antrean Blackberry 'murah' di Pacific Place, Jakarta Pusat, dinilai sebagai akibat dari masyarakat yang mengejar kepuasan. Blackberry yang dikejar ribuan orang itu dianggap tidak untuk memenuhi kebutuhan.
"Itu manipulasi imaji dan itu kehebatan iklan. Aku yakin ini bukan kebutuhan tapi kepuasan," ujar sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo, kepada detikcom, Jumat (25/11/11) malam.
Imam menjelaskan imajinasi masyarakat dimainkan untuk mendapatkan kepuasan. Imaji itu merupakan rasa untung dengan mendapatkan sesuatu dengan harga yang murah.
"Jadi, bukan permasalahan gengsi, tetapi rasa untung," tandas Imam.
Sebelumnya diberitakan ribuan orang rela mengantre dari pagi untuk membeli BlackBerry tipe Belagio 9790 dengan harga 'murah'. Kendati pun ratusan Polisi berseragam dan keamanan berjaga serta lima ambulans disiagakan, event promo itu tetap menelan korban di antaranya 3 orang patah tulang dan 90 orang sempat dirawat di ruang medis.
(anw/anw)
Jumat, 25 November 2011
Minggu, 06 November 2011
Balita Ini 2 Hari Bersama Mayat Ibunya ( Sedih ! )
Seorang balita perempuan berusia tiga tahun tinggal selama dua hari setelah ditinggal mati mendadak oleh ibunyadi rumah mereka di Selandia Baru. Ia mencari kenyamanan dari mainan kesukaannya dan melahap keju, lasagna sisa, dan susu.
Shylah Silbery, nama balita ini, mencari sendiri makanan di dalam kulkas dengan hanya ditemani boneka beruang Teddy Bear yang dinamainya 'Possum' setelah ibunya, Lauren Silbery yang berusia 28 tahun, meninggal dunia.
Komunikasi terakhir keluarga dengan Lauren Silbary terjadi pada 19 Oktober. Dua hari kemudian, karena tiada berkabar, keluarga mencemaskan keadaan Silbery dan anaknya. Mereka pun menghubungi tetangga Lauren untuk mencari tahu. Tetangga yang memeriksa keadaan rumah, hanya bisa melihat Shylah kecil tanpa terlihat keberadaan Lauren.
Polisi yang datang belakang membujuk Shylah untuk menyeret meja kopi ke depan pintu agar dirinya bisa meraih kunci dan membuka kunci pintu. Kepada polisi, Shylah hanya berkata, "Mama tidak mau bangun."
Polisi kemudian segera membawa Shylah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan selama beberapa hari. Sekalipun menderita dehidrasi dan popok bayi yang lama tidak diganti, keadaan Sylah dilaporkan tidak mengkhawatirkan.
Shylah Silbery, nama balita ini, mencari sendiri makanan di dalam kulkas dengan hanya ditemani boneka beruang Teddy Bear yang dinamainya 'Possum' setelah ibunya, Lauren Silbery yang berusia 28 tahun, meninggal dunia.
Komunikasi terakhir keluarga dengan Lauren Silbary terjadi pada 19 Oktober. Dua hari kemudian, karena tiada berkabar, keluarga mencemaskan keadaan Silbery dan anaknya. Mereka pun menghubungi tetangga Lauren untuk mencari tahu. Tetangga yang memeriksa keadaan rumah, hanya bisa melihat Shylah kecil tanpa terlihat keberadaan Lauren.
Polisi yang datang belakang membujuk Shylah untuk menyeret meja kopi ke depan pintu agar dirinya bisa meraih kunci dan membuka kunci pintu. Kepada polisi, Shylah hanya berkata, "Mama tidak mau bangun."
Polisi kemudian segera membawa Shylah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan selama beberapa hari. Sekalipun menderita dehidrasi dan popok bayi yang lama tidak diganti, keadaan Sylah dilaporkan tidak mengkhawatirkan.
Langganan:
Postingan (Atom)